Abstrak merupakan data deskriptif yang dianalisis dari beberapa sumber

Abstrak Storytelling merupakan sebuah cara pembelajaran yang dilakukan oleh banyak orang khususnya dalam metode pembelajaran untuk anak-anak, banyak hal yang didapatkan dari storytelling. Dengan cara ini anak-anak dapat dengan mudah memahami hal-hal yang diajarkan kepadanya dengan daya ingatnya yang masih baik. Dengan perkembangan teknologi saat ini, tentunya storytelling juga harus mengikuti perkembangan teknologi ini, mengapa demikian?, karena dengan memanfaatkan teknologi maka berceritapun dapat dilakukan dengan secara digital tanpa harus bertatapan langsung antara pembawa cerita dengan anak-anak. Cukup dengan membuat sebuah video animasi atau merekam pembawa cerita, maka dampaknya sangat luas mampu menjangkau daerah terpencil atau bahkan korban bencana alam yang membutuhkan bantuan secara psikologis tetapi tidak memiliki sumber daya manusia dalam memenuhi kebutuhan anak-anak untuk mendengarkan cerita karena dengan memanfaatkan teknologi digital maka akan sangat membantu mereka dalam mendapatkan sebuah cerita.  Metode Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu data yang digunakan merupakan data deskriptif yang dianalisis dari beberapa sumber ilmiah. Pendekatan kualitatif yang dilakukan dalam penjabaran konsep prospek digital Storytelling yang dikaitkan dengan sarana teknologi dan media sosial sebagai penunjang digital storytelling dalam perkembangannya. Berdasarkan pendekatan kualitatif dapat ditentukan hasil akhir dan kesimpulan tersebut daoat menjabarkan hasil yang didapat.PendahuluanTeknologi sudah merupakan hal yang menjadi bagian penting dari aktivitas pendidikan saat ini. Pada zaman yang sudah modern ini, sudah banyak metode pembelajaran yang menggunakan teknologi sebagai alat untuk membantu dan mempermudah proses pembelajaran. Beberapa alat teknologi seperti komputer, telepon genggam, internet dan lain sebagainya. Terkhusus untuk internet saat ini paling digemari oleh kebanyakan orang, termasuk untung kepentingan riset, bahkan media sosial juga termasuk sarana untuk mepromosikan hasil temuan dari sebuah riset. Belajar yang difasilitasi oleh perangkat  aplikasi online, dan alat media sosial, oleh karena itu, untuk membuat pembelajaran lebih efektif, ada kebutuhan akan pendekatan, metode, dan teknik baru yang memungkinkan untuk menghasilkan lingkungan belajar seperti didukung dengan alat dan perangkat berbasis teknologi pendidikan berpusat pada anak adalah salah satu pendekatan hebat ini mungkin adalah pengisahan cerita digital yang telah ada dipraktekkan di luar negeri secara aktif, namun belum diakui secara memadai di Indonesia. Digital storytelling merupakan sebuah perkembangan dari cerita secara tradisional, diubah menjadi lebih modern dengan menggunakan bantuan teknologi maka hal ini disebutlah sebagai digital storytelling. Bercerita/storytelling tidak saja bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan, tetapi juga bertujuan untuk mempersuasi hingga menimbulkan suatu gerakan yang dapat  menggerakan anak-anak untuk lebih berimajinasi dengan apa yang dilihat dan didengarnya, dan setiap orang dewasa dalam hal ini orang tua dan gurunya bisa berpartisipasi lebih lanjut, karena orang tua dan gurulah yang lebih mengetahui cerit apa yang disukasi oleh anak-anak. Jadi pada intinya yang di maksud dengan digital storytelling itu sendiri adalah perpaduaan antara becerita secara langsung, yaitu dengan menggunakan buku (reading aloud) atau tidak menggunakan buku (dengan gerakan tubu), (Bunanta, 2008), serta di dukung oleh  oleh perangkat digital sehingga di dapatlah sebuah gambar, video ataupun suara, sehingga efek yang didapat dari komunikan, atau yang memperhatikan nya lebih terasa, dan lebih efektif.  Digital storytelling bisa merupakan narasi dari karangan yang di buat dalam format digital, digital storytelling ini bisa dibuat dengan berbagai macam animasi kartun, sehingga anak-anak dapat melihatnya dengan certia dan dapat menumbuhkan minat anak–anak untuk lebih berimajinasi yang berdampak pada perkembangan otak anak-anak sehingga ana-anak dapat tumbuh menjadi orang yang kreatif. Dalam proses pembuatannya ada beberapa aplikasi, salah satunya aplikasi Sparkol, aplikasi ini sangat mudah dipakai dan banyak tersedia video animasi yang bagus sehingga menarik untuk dilihat oleh anak-anak. Namun ada juga cara yang lebih sederhana, yaitu cukup dengan membuat gambar dan menyediakan teks atau disertakan pengisi suaranya. Prospek Masa Depan Pembuatan digital storytelling dianggap cukup menjanjikan di masa yang akan datang oleh beberapa kalangan, karena selain mempermudah akses untunk orang banyak, digital storytelling juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi selani itu digital storytelling juga dapat mendatangkan keuntungan secara materil apabila dilihat dari aspek ekonomisnya, seperti contoh gambar dibawah ini.Gambar di atas adalah salah satu contoh mempromosikan karya dari perseorangan atau lembaga yang di promosikan melalui media sosial youtube, dilihat dari segi kemudahan, tentunya video ini sangat mudah untuk di dapat dan di akses oleh siapapun, sehingga anak-anak yang tidak mendapatkan cerita selayaknya di sekolah, maka para orang tua dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk bercerita kepada anaknya. Dilihat dari aspek ekonomis chanel youtube tersebut dapat mendatangkan materil dari jumlah penonton yang melihat karyanya yang telah di unggah ke youtube tersebut, atau apabila di unggah kedalam media sosial lain seperti blog dan instragram misalnya dapat mendaoatkan keuntungan dari pemasangan iklan. Namun meskipun mendatangkan keuntungan secara materil, aspek utama yang harus dijadikan pedoman dalam memasarkan digital storytelling haruslah tetap untuk mempermudah anak-anak dalam mencari media yang tepat untuk memenuhi kebutuhan belajarnya dan bukan hanya sebagai alat komersial.Adapun elemen dari digital dtory telling adalah sebagai berikut: (Rezka, 2016).1. Point of view, merupakan sudut pandang dari pencipta nya, sehingga perspektif nya tergantung dari pembawa cerita atau pengarang nya. Pengarang harus fokus terhadapa apa yang akan di ceritakan, dengan mempersiapkan segala macam materi dan di buat se menarik mungkin.2. A dramatic question, pertnyaan yang akan terjawab pada akhir cerita, biasanya berupa kesimpulan dari keseluruhan cerita / tujuan nya.3. Emotional content, konten dalam cerita biasa nya menarik emosional / persuasif,4. The gift of your voice, merupakan cara bagaimana pembawa cerita ini dapat bernarasi dengan baik, sehingga audience dapat memahami apa yang ingin di sampaikan.5. The power of soundtrack, adalah unsur penunjang berupa alunan suara musik atau suara yang dapat mendukung suasana. Selain itu juga pembawaan dari si pembicara juga harus menarik tidak hanya dari segi suara, tetapi juga gesture / gaya tubuh, mimik, serta pembawaan lain nya.6. Economy, pergunakan materi yang simpel, dan tidak berlebihan, namun cenderung ke arah efektifitas, sehingga audience tidak terlalu lama memperhatikan dan merasa bosan.7. Pacing, berhubungan degan economy, namun lebih spesifik dari segi durasi cepat lambatnya suatu proses bercerita.Manfaat Digital Storytelling  Dikarenakan banyak anak-anak menyukai dongeng, banyak peluang pengembangan aplikasi dongeng yang dikemas menarik dan lebih praktis, seperti aplikasi cerita rakyat lokal bernama dongeng berbasis iOS. Aplikasi dongeng merupakan buku cerita rakyat digital yang berisikan 5 buah cerita rakyat lokal.  Aplikasi dongeng juga bisa dikembangkan dengan menggunakan text to speech. Saat ini, kebutuhan teknologi untuk memenuhi tuntutan zaman semakin meningkat, teknologi dikembangkan untuk lebih mempermudah setiap kegiatan manusia, terutama pada kecepatan dan keakuratan untuk mengimbangi setiap aktivitas manusia.  Anak- anak dapat melihat penggabungan bacaan yang luas dan cerita digital sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan empat kemampuan bahasa mereka dan membaca teks naratif analitis, juga ditemukan bahwa secara keseluruhan para anak-anak bersikap baik terhadap hal baru kita mencoba menggunakan smartphone atau komputer untuk pengisahan cerita digital dan kemudian menceritakan kembali ceritanya sudut pandang dua karakter.  Kenyamanan membuat cerita digital dengan menggunakan smartphone bisa jadi dibandingkan dengan tantangan teknis dalam melakukan hal yang melibatkan komputer yang sebelumnya telah dilaporkan oleh pembuat cerita. Dalam Yamac, 2009 menyebutkan “Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengisahan cerita digital memperkaya lingkungan belajar, kurikulum dan pengalaman belajar (Sadik, 2008), mengembangkan teknik, presentasi, penelitian, kemampuan organisasi dan menulis (Dogan & Robin, 2009), meningkatkan pembelajaran motivasi dan kemampuan pemecahan masalah (Bumgarner, 2012; Hung, Hwang, & Huang, 2012), mengembangkan prestasi akademik, sikap, motivasi dan strategi belajar (Kahraman, 2013; Demirer, 2013), membuat siswa mendapatkan kepercayaan diri (Yüksel, 2011), dan memperkuat rasa suara, story organization, kemampuan melek multimedia dan menulis keterampilan (Bumgarner, 2012; Kulla-Abbot, 2006; Sylvester & Greenidge, 2009)”.Dari paragraf di atas dapat diartikan bahwa digital storytelling dapat memberikan dampak yang sangat luas untuk perkembangan anak-anak, tidak hanya untuk mengembangkan imajinasinya saja, tetapi juga dapat mengajarkan anak untuk belajar berbagai hal, seperti sikap, motivasi, kepercayaan diri serta menulis. Hal ini tentu saja merupakan manfaat yang sangat baik untuk perkembangan anak dalam proses pembelajarannya.Kesimpulan Digital storytelling dapat memberikan hal baru bagi anak-anak untuk belajar secara mandiri untuk menciptakan kemampuannya dalam mengembangkan kemampuannya untuk segala hal. Selain itu dapat juga mengajarkan anak-anak untuk memahami teknologi sejak usia dini. Dapat diperkirakan bahwa masa yang akan datang penggunaan digital storytelling akan semakin banyak penggunaannya, karena mudah di untuk didapatkan untuk semua kalangan selain itu juga dapat mendatangkan keuntungan secara materil. Oleh karena itu, cerita digital bisa dimanfaatkan secara efektif oleh para guru di daerah sosio-ekonomi tingkat rendah untuk mencegah dari kesenjangan digital.  Beberapa penelitian banyak mengindikasikan bahwa digital storytelling mempunyai prospek yang cukup menjanjikan untuk masa yang akan datang,  karena banyaknya akses untuk mempromosikan suatu karya seseorang atau lembaga yang menerbitkan digital storytelling dengan memanfaatkan media sosial.Dengan memanfaatkan media sosial maka penyebaran akan sangan signifikan, mengingat pengguna aktif media sosial yang cukup banyak di Indonesia. Tentu saja ini menjadi sebuah keuntungan untuk orang tua atau guru anak-anak untuk memberikan sebuah cerita dengan gambar-gambar animasi bergerak yang dapat membuat anak untuk lebih berimajinatif. Mengajarkan keterampilan anak-anak untuk belajar memanfaatkan teknologi secara dini merupakan hal yang cukup positif sepanjang itu diberikan pengawasan yang baik oleh orang tua atau gurunya.

x

Hi!
I'm Marcella!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out