KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha

 

KATA
PENGANTAR

 

Puji
syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya penulis diberi
kemudahan sehingga daat menyelesaikan makalah berjudul “Cara Agama Islam Dalam
Mengatasi Kemiskinan di Indonesia” untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
dan Agama dalam program Tahap Persiapan Bersama Yang dilakukan seluruh
Mahasiswa Universitas Padjadjaran angkatan 2017 ini.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Makalah
ini dapat ditulis tidak lepas dari dukungan banyak pihak yang membantu penulis
dalam menyelesaikannya. Untuk itu penulis berterima kasih banyak untuk semua
pihak yang membantu penulis menyelesaikan tugas ini, mulai dari Tim dosen TPB
Universtas Padjadjaran yang telah membagikan ilmunya untuk penulis hingga dapat
menulis makalah ini, teman-teman dan kerabat yang telah memberikan waktu untuk
membantu penulis, dan orang tua penulis yang sudah membantu penulis secara
moril maupun secara materil.

Karena
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis maka penulis yakin masih banyak
kekurangan dari makalah ini. Oleh karena itu saran dan kritik dari rekan-rekan
semua sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan makalah ini.

 

 

Bandung,
9 Januari 2018

 

 

Muhammad
Avy Fauzhy

 

i

 

DAFTAR
ISI

 

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………….i

DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………………………………………..ii

BAB I
Pedahuluan……………………………………………………………………………………………………1

1.1  Latar
Belakang…………………………………………………………………………………………1

1.2  Rumusan
Masalah…………………………………………………………………………………….1

1.3  Tujuan
Penulisan……………………………………………………………………………………..1

BAB
II Pembahasan………………………………………………………………………………………………….2

2.1
Kemisikinan Menurut
Islam……………………………………………………………………….2

2.2
Pandangan Islam Terhadap Kemiskinan………………………………………………………2

2.2
Cara Mengatasi Kemiskinan di Indonesia Menurut Agama Islam…………………….4

BAB
III
Penutup………………………………………………………………………………………………………7

3.1
Kesimpulan……………………………………………………………………………………………..7

3.2
Saran………………………………………………………………………………………………………7

DAFTAR
PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

ii

BAB
I

PENDAHULUAN

1.1    Latar
Belakang

Sustainable
Development Goals (SDG’s) atau dalam bahasa indonesia berarti
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah suatu program PBB (Perserikatan
Bangsa-Bangsa) yang disepakati oleh berbagai negara pada forum resolusi PBB
diterbitkan pada 21 Oktober 2015 menggantikan MDG’s (Millennium Developmenst Goals). SDG’s ini memiliki 17 tujuan yang bersifat global dan dapat
diimplementasikan secara universal namun harus mempertimbangkan keadaan
nasional, menghormati kebijakan dan prioritas yang ada pada negara tersebut.

Salah satu tema dalam SDG’s adalah Decent Work and
Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) tema ini diusung
karena semua negara yang tergabung di PBB ingin mendorong pertumbuhan ekonomi
secara berkelanjutan, meningkatkan kreativitas, dan kesempatan kerja penuh untuk
setiap orang.

Banyak negara-negara anggota PBB yang telah mengalami
pertumbuhan ekonomi, namun sekarang ekonomi global sedang mengalami penurunan
mengakibatkan besarnya kesenjangan dan sedikitnya lapangan pekerjaan tetap,
pada tahun 2015 lebih dari 204 juta penduduk di dunia tidak mempunyai pekerjaan
yang mengakibatkan banyak penduduk di dunia tidak mempunyai penghasilan.

1.2    Rumusan
Masalah

Penulis
telah menyusun pembahasan pada makalah ini. Pembahasan pada makalah ini
anataralain:

A.    Apa
kemiskinan menurut Agama Islam

B.     Bagaimana
cara mengatasi kemiskinan di Indonesia

1.3    Tujuan
Penulisan

Tujuan penulis untuk menulis makalah ini
antara lain:

A.  Mengetahui
arti kemiskinan menurut Agama Islam

B.   Mengetahui
cara mengatasi kemiskinan di Indonesian

1

BAB
II

PEMBAHASAN

2.1
Kemiskinan Menurut Agama Islam

Sebelum kita mengetahui arti kemiskinan
dari Agama Islam lebih baik kita mengetahui arti kemiskinan secara luas.
Kemiskinan berasal dari kata miskin dan mendapat awalan ke- dan akhiran –an,
miskin berarti serba kekurangan oleh karena itu kemiskinan mempunyai arti suatu
keadaan serba kekurangan (KBBI, 2016).

Pendapat lain yang dikemukakan oleh
Mubyarto (1998) Kemiskinan adalah situasi dimana penduduk  mengalami situasi serba kekurangan karena
rendahnya pendapatan yang disebabkan oleh kurangnya kreativitas, keterampilan,
produktivitas, pendapatan, dan pengetahuan yang menyebabkan penduduk tidak bisa
berperan dalam pertumbuhan ekonomi ataupun pembangunan.

Di dalam Agama Islam kita sering mendengar
istilah Fakir, menurut Imam Syafi’i Fakir mempunyai arti orang yang tidak
mempunyai harta dan usaha. Sedangkan menurut Imam Hambali Fakir adalah orang yang
tidak mempunyai harta atau mempunyai harta kurang dari setengah keperluannya.

Mesikipun kata fakir dan miskin banyak
orang awam yang mengatakan mempunyai arti sama namun banyak ulama yang berbeda
pendapat misalnya antara Imam Syafi’i dan Imam Hanafi yang mempunyai pendapat
berbeda. Imam Syafi’i menyebutkan bahwa miskin mempunyai arti orang yang
mempunyai pekerjaan dan penghasilan namun tidak mampu mencukupi kebutuhan
pokoknya, dan fakir menurut Imam Syafi’i mempunyai arti orang yang tidak
mempunyai harta. Sedangkan, Imam Hanafi menyatakan sebaliknya.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan
bahwa kemiskinan menurut islam adalah suatu keadaan seseorang tidak mampu
memenuhi kebutuhannya, namun kemiskinan pada seseorang adalah ukuran abstrak
pada seseorang dan akan selalu berubah dari masa ke masa.

2.2  Pandangan
Islam Terhadap Kemiskinan

2

Di dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang
membahas tentang kemiskinan yang ada di masyarakat, antara lain:

A.  Q.S
At-Taubah Ayat 60

???????? ???????????? ????????????? ???????????????
??????????????? ????????? ???????????????? ??????????? ????? ?????????? ???????????????
????? ??????? ??????? ??????? ?????????? ? ????????? ???? ??????? ? ????????? ???????
???????

Arti:

“Sesungguhnya
zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,
pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk
(memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk
mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan
Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

·        
Di ayat ini Allah SWT bersabda, bahwa hanya
orang fakir miskin, pengurus zakat para mu’allaf, budak, orang-orang yang
berhutang, dan orang-orang yang ada di dalam perjalanan.

B.  Q.S
Al-Baqarah Ayat 268

???????????? ?????????? ????????? ??????????????
?????????????? ? ????????? ?????????? ?????????? ?????? ????????? ? ????????? ???????
???????

Arti:

“Syaitan
menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat
kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan
karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui”.

·        
Di ayat ini Allah SWT sebagai Tuhan
semesta alam menjanjikan karunia dan ampunan untuk mereka yang memenuhi
kewajibannya, sedangkan syaitan akan membuat miskin dan berbuat kejahatan  jika kita jauh dari Allah SWT.

C.  Q.S
Ar-Ra’d Ayat 11

3

???? ???????????? ???? ?????? ???????? ??????
???????? ????????????? ???? ?????? ??????? ? ????? ??????? ??? ????????? ??? ????????
??????? ??????????? ??? ?????????????? ? ??????? ??????? ??????? ???????? ??????
????? ??????? ???? ? ????? ?????? ???? ??????? ???? ?????

Arti:

“Bagi
manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan
di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak
merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri
mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum,
maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi
mereka selain Dia”.

·        
Di dalam ayat ini Allah SWT  akan selalu menjanjikan merubah keadaan
seseorang atau kaum jika seseorang atau kaum tersebut merubah diri mereka
sendiri. Begitu juga dengan kemiskinan kita tidak akan bisa mengubah keadaan
itu jika kita tidak menghadapi, merubah, dan berusaha menjauhi keadaan itu.          

2.3  Cara Mengatasi Kemiskinan di Indonesia Menurut
Agama Islam

Indonesia saat ini mengalami kenaikan
kesenjangan sosial yang sangat tinggi hal ini tidak lain dikarenakan masih ada
efek dari krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 silam, Hal ini menyebabkan
kenaikan rasio gini dari yang asalnya 0,3 pada tahun 1990an meningkat sebesar
0,1 selama kurang lebih dua dekade mengakibatkan pada tahun 2016 rasio gini
Indonesia mencapai 0.4 angka ini menyebabkan Indonesia menjadi negara ke-dua
tertinggi di asia dengan pertumbuhan kesenjangan sosial selama kurang lebih dua
dekade terakhir ini. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyentuh angka
5,05 persen di tahun 2017 memang terdengar luar biasa didukung juga dengan
rencana Presiden Joko Widodo yang menyatakan pertumbuhan ekonomi pada tahun
2018 dipatok 5,4 persen, memang terdengar luar biasa namun pertumbuhan ekonomi
di Indonesia khususnya,  tidak di  imbangi dengan membaiknya kesenjangan ekonomi
yang ada.

4

Dalam Agam Islam kita semua sudah
mengetahui istilah zakat, sedekah, dan infak. Semua istilah tersebut mempunyai
arti yang berbeda dalam Agama Islam, antara lain:

A.    Sedekah

Sedekah menurut KBBI
(2016), pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya.
Sedangkan menurut Kamus Istilah Fikih 
Sedekah adalah pemberian berupa sesuatu yang berguna bagi orang lain
yang memerlukannya sebagai tujuan untuk beribadah kepada Allah SWT. Penulis
dapat menyimpulkan bahwa sedekah adalah segala sesuatu yang diberikan oleh
seseorang kepada orang lain sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

B.     Zakat

Secara bahasa zakat
berasal dari kata zakaa yang berasal dari bahasa arab yang memiliki arti
“tumbuh, berkah, baik, dan baik. Menurut mazhab Maliki zakat adalah
mengeluarkan sebagian yang khusus dari harta yang khusus pula yang telah
mencapai nishab (batas kuantitas yang mewajibkan zakat) kepada orang-orang yang
berhak menapatkannya. Secara istilah zakat juga mempunyai arti harta tertentu
yang harus dikeluarkan oleh semua orang yang beragama Islam dan hanya diberikan
kepada golongan-golongan tertentu, antara lain:

1.      Fakir

2.      Miskin

3.      Amil

4.      Gharimin

5.      Riqab

6.      Ibnu
sabil

7.      Fi
sabillilah

Dapat
disimpulkan bahwa zakat adalah suatu kewajiban untuk semua orang berkecukupan
beragama Islam untuk menyisihkan sebagian harta-nya dan memberikannya untuk 8
golongan tersebut sebagai bentuk kebaikan. Hukum untuk berzakat adalah wajib
bagi semua orang beragama islam

5

yang
berkecukupan.

Oleh
karena itu Agama Islam dapat menyebutkan bahwa zakat adalah salah satu bentuk
aksi sosial untuk membantu semua orang yang berkebutuhan.

Pada
Q.S Al-Baqarah: 274 Allah SWT bersabda:

?????????
??????????? ????????????? ??????????? ???????????? ?????? ???????????? ????????
?????????? ?????? ????????? ???? ?????? ?????????? ???? ???? ???????????

Arti:

“Orang-orang
yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan
terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya. Maka tidak ada
ketakutan atas mereka dan tidak ada berduka cita bagi mereka.”

C.     Infak

Infak secara istilah
adalah suatu bentuk pemberian kepada orang-orang yang membutuhkan dalam bentuk
harta benda. Hukum untuk infak adalah sunah.

Pada Q.S Ibrahim: 31
Allah SWT bersabda:

???? ??????????? ?????????
??????? ????????? ????????? ???????????? ?????? ????????????? ?????? ????????????
???? ?????? ???? ???????? ?????? ?? ?????? ????? ???? ??????

Arti:

“Katakanlah kepada
hamba-hamba-Ku yang beriman; ‘Hendaklah mereka mendirikan shalat, menginfakkan
sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau
terang-terangan sebelum datang suatu hari yang tidak ada jual beli dan
persahabatan.”

Tiga istilah diatas merupakan cara Agama Islam
dalam mengurangi kemiskinan, kesenjangan, dan ketidakadilan yang selalu ada di
dalam kehidupan bermasyarakat kita. Meskipun, realisasi dalam tiga cara diatas
masih banyak menuai kontroversi yang ada di masyarakat. Oleh sebab itu, kita
sebagai umat muslim harus memperbaiki sistem yang ada agar masalah-masalah yang
ada semakin berkurang dan mungkin hingga tidak ada,  supaya semua masyarakat

6

khususnya
masyarakat indonesia yang mayoritas beragama islam dapat terlepas dari
kemiskinan dan kesenjangan yang ada di negara ini supaya tercapai pembangunan
yang berkelanjutan dan sesuai dengan tujuan SDG’S.

 

BAB III

PENUTUP

3.1
Kesimpulan

Setelah
penulis memaparkan pembahasan makalah berjudul “Cara Agama Islam dalam Mengatasi
Kemiskinan di Indonesia” penulis menyimpulkan bahwa  cara untuk mengatasi kemiskinan dapat
dilakukan dengan tiga cara yaitu zakat,infak, dan sedekah. Ketiga cara itu
diharapkan tidak hanya untuk umat muslim yang ada di Indonesia namun untuk
seluruh masyarakat yang ada di indonesia sebagai cara untuk mengurangi
kemiskinan dan kesenjangan yang dewasa ini semakin meningkat di Indonesia.

3.2
Saran

Menyadari keterbatasan penulis yang masih jauh dari
kata sempurna, untuk kedepannya penulis akan berusaha lebih detail dalam
penulisan ini, akan lebih memperhatikan gaya penulisan, dan akan berusaha agar
lebih baik kedepannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

x

Hi!
I'm Marcella!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out